Apakah dan Siapakah Musyrik Itu ?

Musyrik adalah orang yang mempersekutukan Allah, mengaku akan adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan sesuatu dengan Allah. Perbuatan itu disebut musyrik.

Firman Allah ; “Ingatlah Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya:’Hai anakku!janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar’ “ [Qs Luqman:13] Dengan demikian org musyrik disamping menyembah Allah mengabdikan kepada Allah, juga mengabdikan dirinya kepada yang selain Allah.

  • Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (An Nisaa’ 116)

Dewasa ini masih banyak orang yang melakukan perbuatan musyrik atau mempersekutukan Allah dengan sesuatu baik secara sengaja maupun tidak sengaja . Banyak orang yang melakukan perbuatan musyrik karena ketidak tahuannya. Mereka menganggap perbuatan itu hanya hal ringan dan tidak beresiko. Padahal perbuatan musyrik adalah perbuatan yang dibenci Allah dan Allah tidak akan mengampuninya seperti disebutkan dalam surat an Nisaa’ ayat 116 diatas.

Agar tidak terjebak melakukan perbuatan musyrik kita harus mengetahui dan mengenal apa saja perbuatan atau amalan yang masuk perbuatan musyrik mempersekutukan Allah itu. Perbuatan Musyrik adalah perbuatan menyamakan Allah dengan sesuatu baik berupa berhala,manusia, tempat keramat, dewa atau ruh . Atau sebaliknya menyamakan sesuatu seperti manusia, berhala, ruh , dewa, makam keramat, benda pusaka dan lain sebagainya menyamai kekuasaan Allah.

Dalam surat Al Ikhlas disebutkan bahwa Allah adalah penguasa tunggal dialam semesta raya ini, Dia tempat bergantung sekalian mahluk, tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada satupun yang sama dan serupa denganNya. Perbuatan menyamakan atau menyerupakan sesuatu dengan Allah termasuk perbuatan musyrik .

Dalam surat Adz zariat 56 Allah telah memerintahkan bangsa Jin dan manusia untuk taat dan menyembah hanya pada Allah saja. Demikian pula dalam surat Al fatihah ayat 6 kita telah mengikrarkan pernyataan bahwa kita hanya menyembah dan minta pertolongan pada Allah saja. Tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah, hanya Dialah tempat menyem,bah dan memohon segala sesuatu.

Pada kenyataannya sebagian besar manusia didunia ini tidak menyembah dan mengaggungkan Allah secara benar. Mereka lebih memilih tuhan yang lain , yaitu tuhan yang diadakan dan diciptakan oleh manusia sendiri, seperti para dewa, berhala, patung patung, ruh manusia soleh, matahari, bintang , api dan lain sebagainya. Mereka menganggap apa yang mereka sembah itu sebagai tuhan pencipta alam semesta, memelihara dan menjamin kehidupan mereka.

Mereka yang menyembah tuhan Yesus menganggap Yesus sebagai juru selamat yang menjamin dan menyelamatkan kehidupan mereka didunia maupun diakhirat. Mereka yang menyembah Budha, para Dewa , berhala, Ruh leluhur , Matahari dan bintang , beranggapan bahwa sembahan mereka itulah yang memberi keselamatan bagi mereka didunia dan kehidupan yang abadi kelak.

Manusia yang memiliki kepercayaan dan keyakinan seperti itu hanya berdasarkan dugaan dan keyakinan yang mereka dapat dari leluhur mereka secara turun temurun. Hati mereka tertutup untuk menerima Allah sebagai tuhan yang satu , penguasa alam semesta yang sebenarnya. Mereka mengabaikan hak Allah untuk dipunja dan disembah. Mereka itulah kelompok orang yang kafir dan tidak percaya pada kebesaran Allah.

Disamping orang yang kafir yaitu mereka yang tidak percaya pada kebesaran Allah sebagai tuhan penguasa alam semesta , ada sekelompok orang yang percaya pada Allah namun disamping menyembah Allah mereka juga menyembah kekuatan lain yang mereka anggap sama dengan Allah. Mereka itulah kelompok orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu atau disebut juga sebagai orang musyrik. Mereka percaya pada Allah tapi juga percaya ada kekuatan lain yang sama dengan Allah.

Banyak diantara umat Islam yang melakukan perbuatan musyrik atau mempersekutukan Allah dengan sesuatu baik secara sengaja atau tidak sengaja karena kebodohan dan ketidak tahuannya.

Jadi orang musyrik ialah mereka yg mempersekutukan Allah baik dalam bentuk I’tikad (kepercayaan), ucapan mahupun dalam bentuk amal perbuatan. Orang musyrik menjadikan mahkluk yang diciptakan Allah ini baik yang berupa benda mahupun manusia sebagai Tuhan dan menjadikan sebagai An dad, Alihah, Thoughut dan Arbab

  1. Alihah ialah suatu kepercayaan terhadap benda dan binatang yang menurut keyakinannya dapat memberikan manfaat serta dapat menolak bahaya. Misalnya kita memakai cincin merah delima, dan kita yakin bahawa dengan memakainya dapat menghindarkan bahaya. Adapun kepercayaan memelihara burung Terkukur dapat memberikan kemajuan dalam bidang perniagaannya. Dan itulah dinamakan Alihah, yakni menyekutukan Allah dengan binatang dan benda (Kepada Makhluk).
  2. Andad, sesuatu perkara yang dicintai dan dihormati melebihi daripada cintanya kepada Allah, sehingga dapat memalingkan seseorang dari melaksanakan ketaatan terhadap Allah dan RasulNya. Misalnya saja seorang yang senang mencintai kepada benda, keluarga, rumah dan sebagainya, dimana cintanya melebihi cintai terhadap Allah dan RasulNya, sehingga mereka melalaikan dalam melaksanakan kewajiban agama, kerana terlalu cintanya terhadap benda tersebut (makhluk tersebut).
  3. Thoghut ialah orang yang ditakuti dan ditaati seperti takut kepada Allah, bahkan melebihi rasa takut dan taatnya kepada Allah, walaupun keinginan dan perintahnya itu harus berbuat derhaka kepadaNya.
  4. Arbab, ialah para pemuka agama (ulama,ustad) yang suka memberikan fatwa, nasihat yang menyalahi ketentuan (perintah dan Larangan) Allah dan RasulNya, kemudian ditaati oleh para pengikutnya tanpa diteliti dulu seperti mentaati terhadap Allah dan RasulNya. Para pemuka agama itu telah menjadikan dirinya dan dijadikan para pengikutnya Arbab (Tuhan selain Allah). Bentuk musyrik ini menyesatkan terhadap perilaku manusia. Dan dengan memiliki aqidah seperti itu dapat menghilangkan Keimanan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s