Asbabun Nuzul Surah Al Ikhlas: Ketika Yahudi Minta Rasulullah Gambarkan Ciri ciri Allah


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Qul huwa allaahu ahad(un), allaahu alshshamad(u), lam yalid walam yuulad(u), walam yakullahu kufuwan ahad(un).
Translate:
1). Say : He is Allah , the One!
2). Allah , the eternally Besought of all!
3). He begetteth not nor was begotten
4). And there is none comparable unto Him

Artinya:
1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

surah Al-Ikhlas (Arab:الإخلاص, “Memurnikan Keesaan Allah”) adalah surah ke-112 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, “Allahu ahad, Allahus shamad” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu. Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat.
idth=”960″ height=”960″>

Asbabun Nuzul

Imam At-Tirmidzi, Al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dari Abu Aliyah dari Ubai bin Ka’ab bahwa suatu ketika orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah, “Gambarkanlah kepada kami bagaimana Tuhan engkau?” Allah lalu menurunkan ayat ini hingga akhir surah.

Imam Ath-Thabrani dan Ibnu Jarir meriwayatkan riwayat senada dari Jabir bin Abdillah. Dengan riwayat ini, sebagian pihak berdalil bahwa surah ini adalah Makkiyyah.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa suatu ketika kelompok Yahudi datang kepada Nabi saw, diantara rombongan tersebut terdapat Ka’ab bin Asyraf dan Huyay bin Akhthab. Mereka lalu berkata, “Wahai Muhammad, gambarkanlah kepada kami cirri-ciri Tuhan yang mengutus engkau itu?!” Allah lalu menurunkan ayat ini hingga akhir surah.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Qatadah, demikian pula Ibnul Mundzir dari Said bin Jubair riwayat yang mirip dengan diatas. Dengan riwayat ini, sebagian pihak berdalil bahwa surah ini adalah Madaniyyah.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abu Aliyah yang berkata, “Qatadah berkata, ‘Sesungguhnya pasukan koalisi (kaum kafir) pernah berkata kepada Nabi saw, ‘Gambarkanlah kepada kami bagaimana Tuhan engkau itu?’ Jibril lalu turun dengan membawa surah ini.”
Jadi, inilah yang dimaksud dengan “orang-orang musyrik” seperti yang disebut dalam riwayat Ubai bin Ka’ab. Oleh sebab itu, jelaslah bahwa surah ini adalah Madaniyyah, sebagaimana yang juga ditunjukkan oleh hadits dari Ibnu Abbas. Dengan demikian, kontradiksi antara kedua hadits diatas telah dapat diatasi.

Tetapi, Abusy Syaikh meriwayatkan dalam kitab Al-‘Azhamah dari Aban dari Anas yang berkata, “Suatu ketika, roang-orang Yahudi Khaibar datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Abal Qasim, Allah telah menciptakan para Malaikat dari cahaya tirai-Nya, Adam dari tanah liat yang diberi bentuk, Iblis dari kobaran api, langit dari awan dan bumi dari buih air. Oleh karena itu, beritahukanlah kepada kami bagaimana hakikat Tuhanmu itu? Rasulullah belum menjawab pertanyaan tersebut hingga Jibril datang dengan membawa surah ini.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s