Apakah Ijmak atau Ijma’ itu ?

image

Ijmak atau Ijma’ adalah kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits dalam suatu perkara yang terjadi.

Unsur-unsur Ijma’

1. Adanya kesepakatan seluruh mujtahid dari kalangan umat Islam (ulama).
2. Suatu kesepakatan yang dilakukan haruslah dinyatakan secara jelas.
3. Yang melakukan kesepakatan tersebut adalah mujtahid.
4. Kesepakatan tersebut terjadi setelah wafatnya Rasulullah.
5. Yang disepakati itu adalah hukum syara’ mengenai suatu masalah/peristiwa hukum tertentu.

Macam-macam Ijma’

Ijma’ umat terbagi menjadi dua:

1. Ijma’ Qauli, yaitu suatu ijma’ di mana para ulama’ mengeluarkan pendapatnya dengan lisan ataupun tulisan yang menerangkan persetujuannya atas pendapat mujtahid lain di masanya. 2. Ijma’ Sukuti, yaitu suatu ijma’ di mana para ulama’ diam, tidak mengatakan pendapatnya. Diam di sini dianggap menyetujui. Menurut Imam Hanafi kedua macam ijma’ tersebut adalah ijma’ yang sebenarnya. Menurut Imam Syafi’i hanya ijma’ yang pertama saja yang disebut ijma’ yang sebenarnya.

Selain ijma’ umat tersebut masih ada macam-macam ijma’ yang lain, yaitu:

Ijma’ sahabatIjma’ Khalifah yang empatIjma’ Abu Bakar dan UmarIjma’ ulama MadinahIjma’ ulama Kufah dan Basrahijma’ itrah (golongan Syiah)

image

Sandaran ijma’

Ijma’ tidak dipandang sah, kecuali apabila ada sandaran, sebab ijma’ bukan merupakan dalil yang berdiri sendiri. Sandaran tersebut dapat berupa dalil qath’i yaitu Qur’an dan Hadits mutawatir, juga dapat berupa dalil zhanni yaitu Hadits ahad dan qiyas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s